Mata Kuliah
: Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad
Burhan Amin
Topik Makalah
Analisis SWOT
Budaya Kerapihan dan Kebersihan
Ruang Kelas
Kelas : 1-ID08
Tanggal Penyerahan
Makalah : 31 Oktober 2016
Tanggal Upload Makalah : 01
November 2016
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan
dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari
tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat
nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
|
N P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
|
35416076
|
MUHAMMAD RIZA
KAHFI
|
|

Program Sarjana Teknologi Industri
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Segala puja dan puji saya
panjatkan kepada Allah Subhannawata’ala, yang telah memberikan saya akal
pikiran untuk berfikir, dan memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat
menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tanpa adanya hambatan.
Dalam pembuatan Makalah ini
di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Sehubungan dengan
tersusunnya Makalah ini saya mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang tidak
bisa saya sebutkan satu persatu. Oleh karena itu saya mengucapkan banyak
terimakasih kepada :
1. Bapak Muhammad Burhan Amin
selaku dosen mata kuliah ilmu budaya dasar.
2.
Kedua Orang Tua saya yang telah senantiasa
mendoakan saya, mendukung saya agar dapat menyelesaikan tugas ini dengan segera.
Dalam penyusunan Makalah
ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu saya mengarapkan
masukan dan saran kepada para pembaca sekalian.
30 Oktober 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER
DEPAN
Pernyataan………………………………………………………………i
Kata
Pengantar…………………………………………………………ii
Daftar
isi………………………………………………………………..iii
BAB
I PENDAHUHULUAN
1.1 Latar
Belakang……………………………………………………………….1
1.2 Tujuan………………………………………………………………………...2
1.3 Sasaran………………………………………………………………………..2
BAB
II PERMASALAHAN
A.
Kekuatan ( strength )…………………………………………………...3
B.
Kelemahan ( weakness )………………………………………………..3
C.
Peluang ( opportunity )………………………………………………...3
D.
Tantangan / Hambatan ( threats )…………………………………….4
BAB
III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.
Kesimpulan………………………………………………………………5
B.
Rekomendasi…………………………………………………………….5
C.
Referensi………………………………………………………………….6
BAB
I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebersihan merupakan sebagian dari iman.
Itulah slogan yang sering kita dengar selama ini. Maka kita harus selalu
menjaga kebersihan dimanapun kita berada. Kebersihan juga penting bagi
kesehatan kita, karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Demikian
juga dengan lingkungan yang ada di kelas kita, kelas yang kiat tempati belajar.
Sekolah
sebagai lembaga yang berperan dalam pewarisan budaya bangsa, tempat di mana
anak bangsa dididik dan dilatih untuk menjadi warga negara yang baik, ternyata
juga belum sepenuhnya memiliki budaya bersih yang secara terprogram dan
terlaksana dengan baik. Padahal sekolahlah yang diharapkan mampu mengemban
tugas mulia menjadi pranata lahirnya budaya bersih ini.
Faktanya masih banyak siswa/i yang tidak disiplin
dalam membuang sampah. Masih banyak
siswa/i yang membuang sampah sembarangan seperti didalam kelas, laci meja, dan
sebagainya. Padahal seharusnya budaya bersih ini dimulai dari sekolah.
1.1 Tujuan
1.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para
pembaca mengetahui apa itu Budaya Kerapihan dan Kebersihan Ruang kelas.
2.
Agar para pembaca dapat menjaga kebersihan di
dalam ruangan kelas
3.
sejak dini jiwa untuk selalu mengutamakan
kebersihan dimanapun kita berada.
1.2 Sasaran
Sasaran
dibuatnya makalah ini adalah untuk seluruh siswa, maupun pegawai disekolahan
agar selalu menjaga kebersihan lingkungan kelas maupun sekolah
BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan budaya kerapihan
dan kebersihan ruang kelas dengan memerhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan
internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.
Kekuatan
( Strength )
a.
Kelas terlihat lebih dan rapih
apabila siswa/i mematuhi aturan kebersihan
b.
Terhindar dari berbagai macam penyakit
c.
Guru merasa senang sehingga dalam proses
berlajar mengajar lebih kondusif
d.
Siswa akan merasa nyaman sehingga proses
belajar mengajar semakin kondusif
2. Kelemahan ( Weakness )
a.
Mengganggu konsentrasi dalam belajar karena
kelas kotor
b. Menimbulkan berbagai macam penyakit yang
ditimbulkan karena kelas kotor
c.
Menimbulkan rasa ketidaknyamanan dalam
belajar karena kelas kotor
d.
Terdapat beberapa fasilitas sekolah yang
terlihat kotor dan tak terawat akibat tidak dirawat dengan baik
3.
Peluang
( Opportunity )
a. Sampah yang terbuat dari plastic dapat
didaur ulang dan dijadikan kerajinan tangan
b.
Menjadikan siswa/i lebih dekat kepada sang
pencipta karena kebersihan merupakan sebagian dari iman
c.
Berpeluang mendapatkan gelar kelas terbersih
dan menjadi juara antar kelas
d.
Menjadikan siswa/i semakin tertib terhadap
aturan yang berlaku
1. Tantangan / Hambatan ( Threats )
a.
Tidak semua siswa mematuhi aturan sehingga
kelas yang bersih tidak akan bertahan lama dan kotor kembali
b.
Kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya
kebersihan lingkungan
c.
Fasilitas atau alat-alat
kebersihan yang kurang memadai akan menghambat proses menuju kebersihan kelas
yang optimal
d.
Banyak siswa yang sulit untuk diatur dan
diarahkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
BAB III
KESIMPULAN
DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan
a.
Siswa akan semakin nyaman dalam belajar
apabila kelas dalam keadaan bersih, sehingga proses belajar pun akan kondusif
b.
Jika fasilitas kebersihan seperti sapu,
pengki, tong sampah, lap pel, dll memadai tentu akan menjadi salah satu factor
untuk kebersihan kelas
c.
Siswa bisa mendapatkan penghargaan yang
dilakukannya yaitu menjaga kebersihan kelas, dengan cara lomba menang kelas
terbersih
d.
Masih terdapat banyak siswa yang sulit untuk
mematuhi aturan seperti membuang sampah pada tempatnya
2.
Rekomendasi
a. Dengan bersihnya ruang kelas,
diharapkan para siswa dapat menjaga dan mempertahankan kebersihan kelas. Karena
untuk mempertahankan kebersihan perlu kesadaran masing-masing siswa sendiri
b. Apabila kelas dalam keadaan kotor,
sebaiknya guru sebelum memulai proses belajar mengajar mengintruksikan siswa
untuk membersihkan kelas terlebih dahulu. Agar kelas tidak kotor dan
menimbulkan penyakit
c. Hasil dar kerajinan daur ulang sampah
plastic bisa dijadikan nilai jual, seperti kerajinan pembuatan tas dari bungkus
kopi, tempat pensil dari plastic dan kardus bekas. Sehingga siswa di tanamkan
sikap kreatif sejak usia dini
d.
Fasilitas atau alat-alat
kebersihan perlu diperbanyak untuk menunjang terciptanya kebersihan pada
lingkungan kelas. Untuk mendukung hal ini, siswa bisa melakukan uang iuran per
anak untuk membeli alat-alat kebersihan.
REFERENSI
Joko tri prasetya, Drs., ilmu budaya dasar,
cet 5, tahun 2013.
Supriyadi, Gustaman saragih, kebersihan dan
kesehatan , tahun 2006