Senin, 16 Januari 2017

MAKALAH PEMBANGUNAN KETAHANAN BUDAYA BERSUMBER DARI KELUARGA





Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan

PEMBANGUNAN KETAHANAN BUDAYA
BERSUMBER DARI KELUARGA

 



Kelas  :  1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 16 Januari 2017
Tanggal Upload Makalah  :  17 Januari 2017


 


P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.




P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
35416076
MUHAMMAD RIZA KAHFI







Program Sarjana Teknologi Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA

i
KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji saya panjatkan kepada Allah Subhannawata’ala, yang telah memberikan saya akal pikiran untuk berfikir, dan memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tanpa adanya hambatan.
Dalam pembuatan Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Sehubungan dengan tersusunnya Makalah ini saya mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang tidak bias saya sebutkan satu persatu. Oleh  karena itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1.      Bapak Muhammad Burhan Amin selaku dosen mata kuliah ilmu budaya dasar.
2.      Kedua Orang Tua saya yang telah senantiasa mendoakan saya, mendukungsaya agar dapat menyelesaikan tugas ini dengan segera.
Dalam penyusunan Makalah ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu saya mengarapkan masukandan saran kepada para pembaca sekalian.






Bekasi, 12 Januari 2017


Penyusun




ii


DAFTAR ISI
                         
COVER DEPAN
Pernyataan………………………………………………………………i
Kata Pengantar…………………………………………………………ii
Daftar isi………………………………………………………………..iii
BAB I PENDAHUHULUAN
1.1  LatarBelakang………………………………………………………………….1
1.2  Tujuan………………………………………………………………………... 2
1.3  Sasaran………………………………………………………………………...2
BAB II PERMASALAHAN
A.    Kekuatan ( strength )…………………………………………………....3
B.     Kelemahan ( weakness )…………………………………………………3
C.     Peluang ( opportunity )……………………………………………….....3
D.    Tantangan / Hambatan ( threats )…………………………………….....4
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.    Kesimpulan………………………………………………………………5
B.     Rekomendasi…………………………………………………………….5
C.     Referensi…………………………………………………………………6















iii
BAB I PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang

Budaya atau culture memang sudah menjadi salah satu bagian kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Buddhayah”. Budaya itu sendiri dapat didefinisikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Pendapat lain mengatakan budaya sebagai suatu perkembangan majemuk yang berlangsung di dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Budaya perlu di pertahankan keberadaannya di dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sehingga ketahanan budaya perlu di bangun sejak dini. Maka dari itu keluarga sangat berperan penting untuk membangun ketahanan budaya di dalam diri dari generasi ke generasi. Budaya yang sudah ada sejak dahulu dan diturunkan secara turun-temurun oleh beberapa generasi hingga sampai saat ini dan masih dapat bertahan di tengah modernisasi, hal itu merupakan suatu bentuk ketahanan budaya yang masih di pertahankan hingga saat ini.
Untuk membangun ketahanan budaya di dalam kehidupan masyarakat, perlu ada nya langkat konkrit dari pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia, terutama keluarga yang berperan penting dan menjadi sumber pembangunan ketahanan budaya di lingkungan masyarakat. Sehingga budaya yang sudah ada sejak dahulu tidak akan punah di telan waktu. Agar generasi berikutnya dapat terus menikmati dan melestarikan budaya asli asal Indonesia yang tentunya akan menjadi wajah bumi pertiwi di mata dunia.








1
2.     Tujuan
1.      Membahas lebih dalam mengenai Pembangunan Ketahanan Budaya Bersumber dari Keluarga
2.      Membangun dan membentuk ketahanan dalam diri setiap warga masrayakat
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara membangun budaya dalam keluarga dan menjadikan kebudayaan dan kesejahteraan rakyat sebagai salah satu sumber dari ketahanan budaya dari kekeluargaan.

3.     Sasaran
Makalah ini ditujukan kepada seluruh pembaca. Terutama kepala keluarga untuk senantiasa mendidik anaknya sebaik mungkin. Karena keluarga adalah cermin atas perilaku anak tersebut.
Jangan sampai generasi muda kita mulai hancur akibat terkikisnya jiwa nasionalisme pada diri anak tersebut. Dan mulai mengikuti alur budaya barat.
















2
BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Analisis SWOT Pembangunan Ketahanan Budaya Bersumber dari Keluarga dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

1.     Kekuatan ( Strength )
a.       Mendidik anak agar tidak mudah berbohong
b.      Mewujudkan kepercayaan, menghargai dan memberikan kepercayaan terhadap anak-anak
c.       Sebagai bekal untuk anak agar kelak agar siap dalam menjalani hidup
d.      Untuk mempertahankan budaya yang kita miliki, sebisa mungkin mengembangkan dan mengamalkan nilai nilai budaya yang positif

2.     Kelemahan ( Weakness )
a.       Didikan orangtua yang terlalu keras dan menekan anaknya agar menjadi orang sukses, justru akan membuat anak merasa tertekan dan takut akan kegagalan
b.      Anak tidak mematuhi peraturan yang ada dalam keluarga
c.       Kurangnya kesadaran dalam sebuah keluarga untuk menjaga kebudayaan
d.      Memiliki orangtua yang sering bertengkar, menjadikan jiwa dan mental anak kacau

3.     Peluang ( Opportunity )
a.       Penanaman budaya yang baik sejak kecil dapat membuat anak mampu membedakan mana yang baik dan tidak baik untuknya.
b.      Menjadikan anak lebih disiplin dan bertanggung jawab
c.       Keluarga dapat berjalan harmonis apabila mengamalkan budaya yang positif
d.      Pembangunan Ketahanan budaya juga akan meningkatkan integritas sosial individu di dalam masyarakat, sehingga kebudayaan juga akan terus berkembang dan bertahan seiring berkembangnya zaman, karena masyarakat yang yang berbudaya sosial.
3

4.     Tantangan / Hambatan ( Threats )
a.       Berkembang pesatnya teknologi membuat kebudayaan mulai ditinggalkan perlahan-lahan oleh masyarakat
b.      Anak-anak mempunyai perilaku maupun penyakit mental yang sulit ditangani, disini peran orang keluarga sangat pernting bagi pertumbuhan anak
c.       Anak sudah terpengaruh oleh lingkungan dari luar rumah
d.      Orangtua harus ekstra bersabar dalam mendidik anak, karena saat ini banyak anak yang melawan orangtuanya.





















4
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.     Kesimpulan
a.       Dengan adanya Ketahanan budaya di dalam masyarakat, tenntunya hal ini mengajak individu untuk lebih peduli terhadap budaya luhur nusantara, guna melestarikan dan mempertahankan budaya asli bumi pertiwi.
b.      Pembangunan ketahanan budaya itu sangat mengungtungkan kedua belah pihak , yaitu pihak orang tua dan anak-anak karena dapat merubah dalam bersikap dan dalam ber kepribadian masing-masing
c.       Perlu adanya sosialisasi mengenai pentingnya akan pembangunan ketahanan budaya di dalam kehidupan masyarakat yang berbudaya di nusantara, agar ketahanan budaya dapat terus ditingkatkan, sehingga budaya luhur dapat terus bertahan di tengah pengaruh modernisasi dan globalisasi.
d.      Membuat jadwal anak lebih padat lagi agar tidak terlalu banyak bermain diluar rumah. Supaya tidak terpengaruh budaya dilingkungan luar rumah.

2.     Rekomendasi
a.       Dalam sebuah keluarga diharapkan saling memberikan kepercayaan satu sama lain. Dan menghargai satu sama lain juga sangat penting agar tercipta hubungan yang harmonis
b.      Orangtua sebaiknya tidak mendidik anak terlalu keras, karena hanya akan menekan mental anak. Mendidik dengan penuh kasih sayang, tidak memaksakan anak akan lebih baik
c.       Sebaiknya kebudayaan tetap dijaga dan dilestarikan walau perkembangan teknologi sudah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia.
d.      Disini peran orang tua sangat penting, sudah seharusnya orantua mengawasi kegiatan anak diluar rumah agar anak tidak terpengaruh terlalu jauh dalam hal yang buruk



5
REFERENSI
1. Pekerti, Widia; dkk. Seni Budaya, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014, Jakarta
2. Goode, Wiliam J. (1995). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara