Selasa, 29 November 2016

MAKALAH BUDAYAKAN RAJIN BELAJAR








Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah/Tulisan

BUDAYAKAN RAJIN BELAJAR

 



                                                              Kelas  :  1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 28 November 2016
Tanggal Upload Makalah  :  29 November 2016


 


P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.




P e n y u s u n



N P M
Nama Lengkap
Tanda Tangan
35416076
MUHAMMAD RIZA KAHFI







Program Sarjana Teknologi Industri


UNIVERSITAS GUNADARMA


KATA PENGANTAR

Segala puja dan puji saya panjatkan kepada Allah Subhannawata’ala, yang telah memberikan saya akal pikiran untuk berfikir, dan memberikan nikmat sehat sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tanpa adanya hambatan.
Dalam pembuatan Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Ilmu Budaya Dasar. Sehubungan dengan tersusunnya Makalah ini saya mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang tidak bias saya sebutkan satu persatu. Oleh  karena itu saya mengucapkan banyak terimakasih kepada :

1.      Bapak Muhammad Burhan Amin selaku dosen mata kuliah ilmu budaya dasar.
2.      Kedua Orang Tua saya yang telah senantiasa mendoakan saya, mendukungsaya agar dapat menyelesaikan tugas ini dengan segera.
Dalam penyusunan Makalah ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu saya mengarapkan masukandan saran kepada para pembaca sekalian.












21 November 2016
Penyusun


DAFTAR ISI
                         
COVER DEPAN
Pernyataan………………………………………………………………i
Kata Pengantar…………………………………………………………ii
Daftar isi………………………………………………………………..iii
BAB I PENDAHUHULUAN
1.1  LatarBelakang…………………………………………………………………1
1.2  Tujuan………………………………………………………………………... 2
1.3  Sasaran………………………………………………………………………...2
BAB II PERMASALAHAN
A.    Kekuatan ( strength )…………………………………………………....3
B.     Kelemahan ( weakness )………………………………………………..3
C.     Peluang ( opportunity )………………………………………………....3
D.    Tantangan / Hambatan ( threats )……………………………………....4
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.    Kesimpulan………………………………………………………………5
B.     Rekomendasi…………………………………………………………….5
C.     Referensi…………………………………………………………………6


















BAB I PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang
      Salah satu permasalahan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu proses pembelajaran seperti metode mengajar guru yang tidak tepat, kurikulum, manajemen sekolah yang tidak efektif dan kurangnya motivasi siswa dalam belajar.
Realita lapangan menunjukan bahwa siswa tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi, baik dalam mata pelajaran belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam. Banyak siswa merasa “ogah-ogahan” di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar. Siswa masih mengganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya.
      Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal yang negative. Raymond J.W dan Judith(2004:22) mengungkapkan bahwa secara harfiah anak- anak tertarik pada belajar, pengetahuan, seni (motivasi positif) namun mereka juga bisa tertarik pada hal–hal yang negative seperti minum obat- obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Motivasi belajar anak-anak muda tidak akan lenyap tapi ia akan berkembang dalam cara-cara yang bisa membimbing mereka untuk menjadikan diri mereka lebih baik atau juga bisa sebaliknya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh orang tua dan guru.
      Motivasi Merupakan Sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Jadi denga adanya Motivasi dalam Diri seseorang sebagian besar tujuan yang di rencanakan akan akan tercapai atau menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.



2.     Tujuan
1.      Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar para pembaca dapat mengetahui hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi dalam rajin belajar.
2.      Agar para pembaca semakin Ter-motivasi untuk terus rajin dalam belajar
3.      Membahas lebih dalam mengenai Budayakan Rajin Belajar.

3.     Sasaran
Sasaran dibuatnya makalah ini adalah untuk masyarakat, dan para seluruh pelajar di seluruh Indonesia agar semakin rajin dalam belajar




















                                                    
             BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan Analisis SWOT Budayakan Rajin Belajar dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.     Kekuatan ( strength )
a.       Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
b.      Selalu berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya)
c.       Senang, rajin belajar, dan penuh semangat
d.      Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak berhenti sebelum selesai)
2.     Kelemahan ( weakness )
a.       Siswa yang malas dalam belajar kemungkinan besar akan kesulitan dalam menghadapi ujian
b.      Tidak akan mendapatkan prestasi dan penghargaan apapun karena malas belajar
c.       Bukan tidak mungkin akan mendapatkan masa depan yang kurang baik karena malas dalam belajar
d.      Menjadikan orang tua tidak bangga pada dirinya
3.     Peluang ( opportunity )
a.       Siswa yang rajin belajar akan mendapatkan penghargaan entah itu berupa prestasi belajar maupun pujian dari orang lain
b.      Memudahkan dalam menghadapi ujian karena telah rajin belajar
c.       Masa depan bagi orang yang rajin belajar niscaya akan terlihat sesuai apa yang orang itu kerjakan
d.      Membuat orang tua bangga akan prestasi-prestasi yang didapatnya






4.     Tantangan / hambatan ( threats )
a.       Apabila sejak kecil tidak ditanamkan budaya rajin belajar oleh orang tuanya, tentu akan menyebabkan anak akan malas belajar hingga dewasa nanti
b.      Factor ekonomi mengakibatkan anak kesulitan untuk belajar. Misalnya waktu yang seharusnya diperuntukkan untuk belajar tetapi dipakai untuk membantu orangtua bekerja
c.       Dalam diri seorang anak sudah ada keinginan untuk rajin belajar, namun terkadang factor lingkungan menyebabkan anak terpengaruh. Seperti teman-teman sebaya nya yang hanya sibuk bermain-main sehingga mau tidak mau anak itu terpengaruh
d.      Kurangnya pengawasan orang tua kepada anaknya, dan kurangnya dorongan orang tua untuk menjadikan anaknya rajin belajar



















                                                     
BAB III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1.     Kesimpulan
a.       Faktor ekonomi sangat mempengaruhi minat belajar seorang anak. Seperti anak sudah ada kemauan untuk rajin belajar tetapi kondisi ekonomi tidak memungkinkan sehingga ia harus membantu orangtua nya bekerja menyebabkan kurangnya waktu untuk belajar.
b.      Penghargaan berupa pujian atau prestasi belajar menjadikan anak semakin giat dan semangat dalam belajar.
c.       Anak yang rajin belajar tentu akan mendapatkan penghargaan berupa pretasi di sekolahnya, hal ini menjadikan orang tua bangga pada anaknya.
d.      Kondisi lingkungan juga mempengaruhi semangat belajar anak. Seperti lingkungan ‘’tongkrongan” tentu anak akan malas belajar karena pengaruh teman-temannya.
2.      Rekomendasi
a.       Diharapkan orang tua terus memberikan dorongan dan semangat untuk anaknya agar anaknya semakin giat dalam belajar dan tidak mudah patah semangat dalam menghadapi permasalahan-permasalahan dalam pendidikannya.
b.      Peran orang tua sangat berpengaruh pada masa depan seorang anak. Oleh sebab itu orangtua diharapkan dapat mendidik anaknya dengan baik agar kelak menjadi seseorang yang berguna untuk orang banyak.
c.       Pihak sekolah harus memberikan penghargaan yang setimpal atas apa yang telah siswa lakukan disekolah. Apabila siswa itu berprestasi, misalnya memberikan beasiswa atau piagam penghargaan yang menjadikan siswa semakin terpacu untuk terus giat belajar.
d.      Pemerintah perlu memperhatikan anak-anak yang berprestasi namun tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah. Dalam hal ini pemerintah bisa membuat program seperti “Kartu Jakarta Pintar” agar anak-anak yang berprestasi dapat menempuh pendidikannya dengan baik.


REFERENSI
1. Supriyadi, Gustamansaragih, factor-faktor pengaruh semangat belajar ,tahun 2006
2. Joko tri prasetya, Drs., ilmubudayadasar, cet 5, tahun 2013.
3. http://tabloidnova.com/Keluarga/Anak/Salahkah-Terlalu-Rajin-Belajar
4. http://health.detik.com-jangan-malas-ini-7-manfaat-rajin-membaca-buku-bagi-kesehatantubuh






                 



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar