Mata Kuliah
: Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad
Burhan Amin
Topik Makalah/Tulisan
BUDAYAKAN RAJIN BELAJAR
Kelas :
1-ID08
Tanggal
Penyerahan Makalah : 28 November 2016
Tanggal Upload Makalah : 29
November 2016
P E R N Y A T A A N
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan
dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari
tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat
nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
P e n y u s u n
|
N P M
|
Nama
Lengkap
|
Tanda
Tangan
|
|
35416076
|
MUHAMMAD
RIZA KAHFI
|
|

Program Sarjana Teknologi Industri
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA
PENGANTAR
Segala puja dan puji saya panjatkan kepada Allah Subhannawata’ala,
yang telah memberikan saya akal pikiran untuk berfikir, dan memberikan nikmat sehat
sehingga saya dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik dan tanpa adanya hambatan.
Dalam pembuatan Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Ilmu Budaya Dasar. Sehubungan dengan tersusunnya Makalah ini saya mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak yang tidak bias saya sebutkan satu persatu. Oleh karena itu saya mengucapkan banyak terimakasih
kepada :
1.
Bapak Muhammad Burhan Amin
selaku dosen mata kuliah ilmu budaya dasar.
2. Kedua
Orang Tua saya yang telah senantiasa mendoakan saya, mendukungsaya agar dapat menyelesaikan
tugas ini dengan segera.
Dalam penyusunan Makalah
ini, masih banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu saya mengarapkan masukandan
saran kepada para pembaca sekalian.
21 November 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
COVER
DEPAN
Pernyataan………………………………………………………………i
Kata
Pengantar…………………………………………………………ii
Daftar
isi………………………………………………………………..iii
BAB
I PENDAHUHULUAN
1.1 LatarBelakang…………………………………………………………………1
1.2 Tujuan………………………………………………………………………...
2
1.3 Sasaran………………………………………………………………………...2
BAB
II PERMASALAHAN
A. Kekuatan
( strength )…………………………………………………....3
B. Kelemahan
( weakness )………………………………………………..3
C. Peluang
( opportunity )………………………………………………....3
D. Tantangan
/ Hambatan ( threats )……………………………………....4
BAB
III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan………………………………………………………………5
B. Rekomendasi…………………………………………………………….5
C. Referensi…………………………………………………………………6
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Salah satu permasalahan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya
mutu proses pembelajaran seperti metode mengajar guru yang tidak tepat,
kurikulum, manajemen sekolah yang tidak efektif dan kurangnya motivasi siswa
dalam belajar.
Realita lapangan menunjukan bahwa siswa tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi, baik dalam mata pelajaran belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam. Banyak siswa merasa “ogah-ogahan” di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar. Siswa masih mengganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya.
Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal yang negative. Raymond J.W dan Judith(2004:22) mengungkapkan bahwa secara harfiah anak- anak tertarik pada belajar, pengetahuan, seni (motivasi positif) namun mereka juga bisa tertarik pada hal–hal yang negative seperti minum obat- obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Motivasi belajar anak-anak muda tidak akan lenyap tapi ia akan berkembang dalam cara-cara yang bisa membimbing mereka untuk menjadikan diri mereka lebih baik atau juga bisa sebaliknya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh orang tua dan guru.
Motivasi Merupakan Sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Jadi denga adanya Motivasi dalam Diri seseorang sebagian besar tujuan yang di rencanakan akan akan tercapai atau menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.
Realita lapangan menunjukan bahwa siswa tidak memiliki kemauan belajar yang tinggi, baik dalam mata pelajaran belajar matematika, bahasa maupun ilmu pengetahuan alam. Banyak siswa merasa “ogah-ogahan” di dalam kelas, tidak mampu memahami dengan baik pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru mereka. Hal ini menunjukan bahwa siswa tidak mempunyai motivasi yang kuat untuk belajar. Siswa masih mengganggap kegiatan belajar tidak menyenangkan dan memilih kegiatan lain di luar kontek belajar seperti menonton televisi, sms, dan bergaul dengan teman sebaya.
Rendahnya motivasi belajar siswa akan membuat mereka tertarik pada hal-hal yang negative. Raymond J.W dan Judith(2004:22) mengungkapkan bahwa secara harfiah anak- anak tertarik pada belajar, pengetahuan, seni (motivasi positif) namun mereka juga bisa tertarik pada hal–hal yang negative seperti minum obat- obatan terlarang, pergaulan bebas dan lainnya. Motivasi belajar anak-anak muda tidak akan lenyap tapi ia akan berkembang dalam cara-cara yang bisa membimbing mereka untuk menjadikan diri mereka lebih baik atau juga bisa sebaliknya. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh orang tua dan guru.
Motivasi Merupakan Sesuatu yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas atau dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Sedangkan secara psikologi, berarti usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya, atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya. Jadi denga adanya Motivasi dalam Diri seseorang sebagian besar tujuan yang di rencanakan akan akan tercapai atau menjamin kelangsungan dan memberikan arah pada kegiatan sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek itu dapat tercapai.
2. Tujuan
1.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah agar
para pembaca dapat mengetahui hal-hal apa sajakah yang mempengaruhi dalam rajin
belajar.
2.
Agar para pembaca semakin Ter-motivasi
untuk terus rajin dalam belajar
3.
Membahas lebih dalam mengenai Budayakan
Rajin Belajar.
3. Sasaran
Sasaran dibuatnya makalah ini adalah untuk masyarakat,
dan para seluruh pelajar di seluruh Indonesia agar semakin rajin dalam belajar
BAB II PERMASALAHAN
Analisis permasalahan
Analisis SWOT
Budayakan Rajin Belajar dengan memperhatikan dan
mempertimbangkan kondisi lingkungan
internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1. Kekuatan
( strength )
a. Ulet
menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa)
b. Selalu
berusaha berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasinya)
c.
Senang, rajin belajar, dan
penuh semangat
d. Tekun
menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu yang lama, tidak
berhenti sebelum selesai)
2. Kelemahan
( weakness )
a. Siswa
yang malas dalam belajar kemungkinan besar akan kesulitan dalam menghadapi
ujian
b. Tidak
akan mendapatkan prestasi dan penghargaan apapun karena malas belajar
c.
Bukan tidak mungkin akan
mendapatkan masa depan yang kurang baik karena malas dalam belajar
d. Menjadikan
orang tua tidak bangga pada dirinya
3. Peluang
( opportunity )
a.
Siswa yang rajin belajar
akan mendapatkan penghargaan entah itu berupa prestasi belajar maupun pujian
dari orang lain
b. Memudahkan
dalam menghadapi ujian karena telah rajin belajar
c. Masa
depan bagi orang yang rajin belajar niscaya akan terlihat sesuai apa yang orang
itu kerjakan
d. Membuat
orang tua bangga akan prestasi-prestasi yang didapatnya
4. Tantangan
/ hambatan ( threats )
a. Apabila
sejak kecil tidak ditanamkan budaya rajin belajar oleh orang tuanya, tentu akan
menyebabkan anak akan malas belajar hingga dewasa nanti
b.
Factor ekonomi
mengakibatkan anak kesulitan untuk belajar. Misalnya waktu yang seharusnya
diperuntukkan untuk belajar tetapi dipakai untuk membantu orangtua bekerja
c. Dalam
diri seorang anak sudah ada keinginan untuk rajin belajar, namun terkadang
factor lingkungan menyebabkan anak terpengaruh. Seperti teman-teman sebaya nya
yang hanya sibuk bermain-main sehingga mau tidak mau anak itu terpengaruh
d. Kurangnya
pengawasan orang tua kepada anaknya, dan kurangnya dorongan orang tua untuk menjadikan
anaknya rajin belajar
BAB
III KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. Kesimpulan
a. Faktor
ekonomi sangat mempengaruhi minat belajar seorang anak. Seperti anak sudah ada
kemauan untuk rajin belajar tetapi kondisi ekonomi tidak memungkinkan sehingga
ia harus membantu orangtua nya bekerja menyebabkan kurangnya waktu untuk
belajar.
b. Penghargaan
berupa pujian atau prestasi belajar menjadikan anak semakin giat dan semangat
dalam belajar.
c. Anak
yang rajin belajar tentu akan mendapatkan penghargaan berupa pretasi di
sekolahnya, hal ini menjadikan orang tua bangga pada anaknya.
d. Kondisi
lingkungan juga mempengaruhi semangat belajar anak. Seperti lingkungan ‘’tongkrongan” tentu anak akan malas belajar
karena pengaruh teman-temannya.
2.
Rekomendasi
a.
Diharapkan orang tua terus
memberikan dorongan dan semangat untuk anaknya agar anaknya semakin giat dalam
belajar dan tidak mudah patah semangat dalam menghadapi
permasalahan-permasalahan dalam pendidikannya.
b.
Peran orang tua sangat
berpengaruh pada masa depan seorang anak. Oleh sebab itu orangtua diharapkan
dapat mendidik anaknya dengan baik agar kelak menjadi seseorang yang berguna
untuk orang banyak.
c.
Pihak sekolah harus
memberikan penghargaan yang setimpal atas apa yang telah siswa lakukan
disekolah. Apabila siswa itu berprestasi, misalnya memberikan beasiswa atau
piagam penghargaan yang menjadikan siswa semakin terpacu untuk terus giat
belajar.
d.
Pemerintah perlu
memperhatikan anak-anak yang berprestasi namun tidak memiliki biaya untuk
melanjutkan sekolah. Dalam hal ini pemerintah bisa membuat program seperti
“Kartu Jakarta Pintar” agar anak-anak yang berprestasi dapat menempuh
pendidikannya dengan baik.
REFERENSI
1. Supriyadi, Gustamansaragih, factor-faktor pengaruh semangat belajar
,tahun 2006
2. Joko tri prasetya, Drs., ilmubudayadasar, cet 5, tahun 2013.
3.
http://tabloidnova.com/Keluarga/Anak/Salahkah-Terlalu-Rajin-Belajar
4.
http://health.detik.com-jangan-malas-ini-7-manfaat-rajin-membaca-buku-bagi-kesehatantubuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar