MEMBANGUN
BUDAYA INDONESIA
Apa
itu budaya? Kata budaya itu sendiri merupakan kata yang berasal dari bahasa
Sansekerta budhayah. Kata tersebut adalah bentuk jamak dari kata budhi yang
mempunyai arti akal atau budi. Untuk pengertian lengkapnya, budaya adalah
sebuah sistem yang ada dalam suatu masyarakat dan budaya tersebutlah yang
mengatur kehidupan masyarakat tersebut sehingga mereka mempunyai hukum, tata
cara hidup, dan lainnya. Kemudian, sistem yang ada ini kemudian diturunkan ke
generasi berikutnya sehingga lahirlah kebudayaan sebagai hasil adanya budaya.
Karena budaya ini merupakan warisan dari nenek
moyang dan telah turun-temurun diwariskan, maka budaya haruslah dijaga dengan
baik. Begitupun dengan budaya Indonesia yang terkenal sangat beragam dari
Sabang sampai Merauke. Beragamnya budaya Indonesia dapat terlihat dari
banyaknya tarian daerah, bahasa daerah, kesenian daerah, dan juga ritual-ritual
daerah yang berbeda-beda setiap sukunya, dan menurut catatan ada lebih dari
1300 suku dan lebih dari 500 bahasa daerah yang ada di Indonesia Namun,
sayangnya budaya Indonesia mulai memudar. Terbukti dengan adanya suku-suku
yang hampir punah seperti suku yang ada di Kepulauan Mentawai, bahkan telah ada
beberapa suku yang telah punah. Punahnya suku-suku tersebut jelas disebabkan
karena budaya suku yang tidak dilestarikan lagi. Berikut cara untuk membangun
Budaya Indonesia ;
- Melestarikan dan menghargai budaya lokal
Tradisi
budaya lokal merupakan bagian penting dalam menanamkan rasa bermasyarakat, dan
membantu memberikan rasa identitas kepada mereka.[2] Oleh karenanya
pengembangan masyarakat akan berupaya mengidentifikasi elemen-elemen penting
dari budaya lokal dan melestarikannya.[2]
Tradisi ini meliputi sejarah lokal dan peninggalan berharga, kerajinan
yang berbasis lokal, makanan lokal
atau hal lainnya.[2]
pengaruh eksternal dapat memisahkan tradisi-tradisi budaya lokai ini, dan strategi masyarakat
yang cermat diperlukan jika tradisi tersebut ingin dilestarikan.[2]
Masyarakat perlu mengidentifikasi apa komponen yang unik dan signifikan dari warisan
budayanya, dan untuk menentukan komponen mana yang hendak
dipertahankan. Oleh karena itu, sebuah rencana dapat disusun tentang bagaimana
mencapainya, misalnya kegiatan di balai masyarakat,
membangun industi lokal
yang berbasis budaya lokal.[2]
- Melestarikan dan menghargai budaya asli atau pribumi
Ketika
dikemukakan bahwa budaya asli
hanyalah kasus tertentu dalam budaya lokal, dinamika yang berbeda yang
mengelilingi budaya asli berarti budaya asli ini diperlakukan sebagai hal yang
terpisah.[2] Ada dua hal utama
yang mendasarinya yaitu, pertama klaim istimewa yang dimiliki orang-orang
pribumi terhadap lahan atau daerah dan terhadap struktur komunitas tradisional
yang berkembang seleras dengan lahan atau daerah selama periode waktu jauh
lebih lama daripada kolonisasi baru.[2]
Komunitas merupakan hal penting bagi kelangsungan budaya dan kelangsungan spritual,
dalam arti penting kelesetarian budaya tradisional
merupakan kebutuhan yang lebih penting bagi orang-orang pribumi daripada orang
lain kebanyakan.[2]
- Multikulturalisme
Kata
ini lazimnya menunjukkan pada kelompok etnis yang berbeda yang tinggal di satu
masyarakat tetapi mempertahankan identitas budaya yang berbeda.[2] Oleh karena itu,
fokus ini yaitu pada etnisitas dan fitur budaya dari
kelompok-kelompok etnis yang berbeda.[2]
Kebiasaan-kebiasaan dalam budaya yang relatif homogen
tampak hilang, masyarakat harus sampai pada kehidupan bermasyarakat yang
multikultural.[2]
Bagi beberapa orang, hal ini terjadi karena ketakutan, ancaman, kerugian dan raisal
serta ketegangan budaya
dan pengucilan.[2]
Keanekaragama latarbelakang budaya merupakan realitas bagi banyak masyarakat,
dan oleh karena itu merupakan aspek yang penting dari pembangunan masyarakat.[2]
Benturan nilai-nilai budaya dan problem-problem yang dialami oleh perseorangan
dan keluarga
memberikan suasana ketidakstabilan dan kecemasan selama mereka berusaha
menemukan sebuah cara melalui konflik ini.[2]
Strategi yang digunakan dalam keadaan multikulturalisme
yaitu mencakup bekerja dengan pemuka-pemuka masyarakat, meningkatkan kesadaran penduduk,
dan menghadapi rasisme.[2]
- Budaya partisipatori
Aktivitas
budaya merupakan fokus penting untuk identitas masyarakat, partisipasi, interaksi
sosial dan pengembangan masyarakat.[2] Satu cara untuk
mendorong masyarakat yang sehat yaitu dapat mendorong partisipasi yang luas
dalam aktivitas budaya, sehingga seni, musik, teater, tarian
dan olahraga
menjadi sesuatu yang mereka lakukan, bukan yang mereka tonton.[2]
Hal ini telah menjadi fokus dari banyak program pengembangan budaya masyrakat;
partisipasi budaya dapat dilihat sebagai cara penting untuk membangun modal sosial,
memperkuat masyarakat dan menegaskan identitas.[2]
Aktivitas-aktivitas yang mungkin dilakukan akan berbeda-beda tergantung pada
budaya lokal, budaya lokal dan faktor-faktor lain.[2]
Budaya parsipatif juga memiliki potensi untuk mencapai lebih dari memperkuat
modal sosial dan bangunan masyrakat.[2]
Partisipasi dalam aktivitas budaya merupakan bagian penting untuk membantu
orang-orang dari suatu masyarakat untuk memperoleh kembali budaya mereka
sendiri dan menolak ikut campur dari pihak di luar mereka.[2]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar