Minggu, 30 Juni 2019

ANALISIS KASUS KECELAKAAN KERJA PROYEK TOL BECAKAYU


TUGAS MATA KULIAH PENGETAHUAN LINGKUNGAN
“ANALISIS KECELAKAAN KERJA KASUS TIANG PROYEK
TOL BECAKAYU AMBRUK”
Disusun Oleh :

Nama          : Muhammad Riza Kahfi
NPM           : 35416076
Kelas           : 3ID09
Dosen          : Adi Pramudyo




FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019


KASUS KECELAKAAN KERJA
Hari masih gelap, para pekerja sibuk melakukan pengecoran tiang pancang proyek Tol Becakayu. Tiba-tiba tiang girder ambruk menimpa mereka karena diduga bracket tember kurang kuatKapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra mengatakan tujuh orang pekerja mengalami luka-luka. Enam orang pekerja dirawat di RS UKI. Sedangkan 1 orang pekerja yang mengalami kritis dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

          "Dari korban yang kami evakuasi sebanyak tujuh orang sampai saat ini keterangan dari RS UKI belum ada korban jiwa. Enam luka-luka tidak terlalu berat, namun ada satu agak berat luka kepala dan sudah dirujuk RS Kramat Jati RS Polri," kataYoyon. Kecelakaan kerja terjadi di proyek Tol Becakayu. Kecelakaan itu terjadi saat para pekerja akan melakukan pengecoran tiang pancang. Di mana tiang tersebut itu ada bracket tember yang fungsinya penyangga plat yang akan dicor.
Namun pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam tiang pancang tersebut, tiang bracket terlepas dan jatuh sehingga seluruh material cor dan bracket tember jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa serpihan material cor, termasuk bracket tember.

Tujuh orang pekerja yang tertimpa tiang girder proyek Tol Becakayu yang ambruk dievakuasi. Para korban mengalami luka-luka. Enam dirawat di RS UKI dan 1 orang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra tiba mengecek lokasi dan memberikan keterangan terkait ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu yang ambruk. Polisi menduga tiang tersebut ambruk karena diduga bracket tember kurang kuat.




ANALISIS KASUS
        Kasus yang terjadi pada ambruknya tol becakayu atau ruas tol bekasi-cawang-kampung melayu yang terjadi pada tanggal 20 februari 2018 mengisahkan banyak pertanyaan. Salah satunya ialah spekulasi bahwasanya proyek tol becakayu ambruk karena salah perencanaan dan proyek kejar target. Namun menurut saya, hal tersebut tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Proyek pekerjaan jalan tol pada umumnya memiliki tingkat kesulitan dalam beberapa aspek, terlebih lagi proyek tol becakayu menggunakan sistem elevated atau jalan tol layang. Jalan tol layang memiliki struktur yang kompleks, sehingga memerlukan proses pekerjaan yang teliti dan sesuai dengan peraturan K3 yang berlaku.
          Pada kasus ambruknya proyek tol becakayu, spekulasi yang muncul adalah bracket tember kurang kuat. Bracket tember merupakan siku penyangga untuk menopang plat yang akan di cor. Menurut saya, hal tersebut bisa terjadi karena minimnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek, dan juga bisa disebabkan oleh kelalaian operator pekerja dalam merancang struktur bracket tersebut. Kejadian serupa seharusya tidak akan terjadi apabila baik kontraktor, pekerja proyek, dan bahan baku yang digunakan sudah memenuhi standar yang telah ditentukan.
          Masyarakat tentu tidak menginginkan hal serupa terjadi lagi, sebab bisa saja masyarakat menjadi korban apabila sedang melintas diarea proyek yang bersangkutan.  Kedepannya diharapkan peran pemerintah untuk meninjau dan memberi pengawasan terhadap proyek-proyek yang sedang berlangsung sehingga  meminimalisir kecelakaan kerja baik dari factor teknis, non teknis, dan juga factor alam.

SUMBER KASUS:
https://news.detik.com/berita/d-3875407/kronologi-tiang-proyek-tol-becakayu-ambruk



Tidak ada komentar:

Posting Komentar