TUGAS MATA KULIAH PENGETAHUAN
LINGKUNGAN
“ANALISIS
KECELAKAAN KERJA KASUS TIANG PROYEK
TOL
BECAKAYU AMBRUK”
Disusun Oleh :
Nama : Muhammad
Riza Kahfi
NPM :
35416076
Kelas : 3ID09
Dosen : Adi Pramudyo
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2019
KASUS KECELAKAAN
KERJA
Hari masih gelap, para pekerja sibuk melakukan
pengecoran tiang pancang proyek Tol Becakayu. Tiba-tiba tiang girder ambruk
menimpa mereka karena diduga bracket tember kurang kuatKapolres Jakarta Timur
Kombes Yoyon Tony Surya Putra mengatakan tujuh orang pekerja mengalami
luka-luka. Enam orang pekerja dirawat di RS UKI. Sedangkan 1 orang pekerja yang
mengalami kritis dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Dari korban yang kami evakuasi
sebanyak tujuh orang sampai saat ini keterangan dari RS UKI belum ada korban
jiwa. Enam luka-luka tidak terlalu berat, namun ada satu agak berat luka kepala
dan sudah dirujuk RS Kramat Jati RS Polri," kataYoyon. Kecelakaan kerja
terjadi di proyek Tol Becakayu. Kecelakaan itu terjadi saat para pekerja akan
melakukan pengecoran tiang pancang. Di mana tiang tersebut itu ada bracket
tember yang fungsinya penyangga plat yang akan dicor.
Namun pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam tiang pancang tersebut, tiang bracket terlepas dan jatuh sehingga seluruh material cor dan bracket tember jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa serpihan material cor, termasuk bracket tember.
Namun pada saat pekerja memasukkan cor ke dalam tiang pancang tersebut, tiang bracket terlepas dan jatuh sehingga seluruh material cor dan bracket tember jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa serpihan material cor, termasuk bracket tember.
Tujuh orang pekerja yang tertimpa tiang girder
proyek Tol Becakayu yang ambruk dievakuasi. Para korban mengalami luka-luka.
Enam dirawat di RS UKI dan 1 orang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta
Timur.Kapolres Jakarta Timur Kombes Yoyon Tony Surya Putra tiba mengecek lokasi
dan memberikan keterangan terkait ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu
yang ambruk. Polisi menduga tiang tersebut ambruk karena diduga bracket tember
kurang kuat.
ANALISIS KASUS
Kasus yang terjadi pada ambruknya tol becakayu atau
ruas tol bekasi-cawang-kampung melayu yang terjadi pada tanggal 20 februari
2018 mengisahkan banyak pertanyaan. Salah satunya ialah spekulasi bahwasanya
proyek tol becakayu ambruk karena salah perencanaan dan proyek kejar target. Namun
menurut saya, hal tersebut tidak bisa sepenuhnya dipercaya. Proyek pekerjaan
jalan tol pada umumnya memiliki tingkat kesulitan dalam beberapa aspek,
terlebih lagi proyek tol becakayu menggunakan sistem elevated atau jalan tol layang. Jalan tol layang memiliki struktur
yang kompleks, sehingga memerlukan proses pekerjaan yang teliti dan sesuai
dengan peraturan K3 yang berlaku.
Pada kasus ambruknya proyek tol
becakayu, spekulasi yang muncul adalah bracket tember kurang kuat. Bracket
tember merupakan siku penyangga untuk menopang plat yang akan di cor. Menurut
saya, hal tersebut bisa terjadi karena minimnya pengawasan dalam pelaksanaan
proyek, dan juga bisa disebabkan oleh kelalaian operator pekerja dalam
merancang struktur bracket tersebut. Kejadian serupa seharusya tidak akan
terjadi apabila baik kontraktor, pekerja proyek, dan bahan baku yang digunakan
sudah memenuhi standar yang telah ditentukan.
Masyarakat tentu tidak menginginkan
hal serupa terjadi lagi, sebab bisa saja masyarakat menjadi korban apabila
sedang melintas diarea proyek yang bersangkutan. Kedepannya diharapkan peran pemerintah untuk
meninjau dan memberi pengawasan terhadap proyek-proyek yang sedang berlangsung
sehingga meminimalisir kecelakaan kerja
baik dari factor teknis, non teknis, dan juga factor alam.
SUMBER KASUS:
https://news.detik.com/berita/d-3875407/kronologi-tiang-proyek-tol-becakayu-ambruk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar