Kamis, 23 Maret 2017

MENCERITAKAN TOKOH WAYANG FAVORIT



GATOT KACA FAVORITKU

Zaman sekarang mungkin dunia perwayangan sudah mulai terkikis keberadaannya. Termasuk saya sebagai penulis yang tidak begitu mengetahui seluk beluk dunia perwayangan karena saya terlahir di zaman serba elektronik yang begitu canggih ini. Namun dalam tugas ilmu sosial dasar ini, saya diminta untuk meceritakan tokoh wayang yang saya idolakan. Ya… salah satu tokoh wayang yang tersohor karakternya ialah Gatotkaca.
Kenapa Gatotkaca? Karena ia identik dengan sikap ksatria dan bjiaksana hingga menjadikan namanya tersohor walaupun di era yang canggih ini. Saya menjadi memiliki rasa ingin tahu lebih mengenai tokoh wayang yang satu ini dan saya akan sedikit menceritakan kisah tentang Gatotkaca,
Putra kedua Bima dengan seorang putri bangsa Raksasa dari negri Pringgandani. Kelahiran Gatotkaca dianggap sebagai buah dari sebuah rekayasa bangsa Dewa. Demi wibawa bangsa Dewa, Bima dijodohkan dengan Arimbi, dengan sebuah pamrih akan melahirkan seorang bayi yang kuat dan berani seperti bangsa Raksasa, serta pandai dan cerdas seperti seorang bangsa Manusia.
Bangsa Dewa yang kala itu mendapat rongrongan wibawa dari Prabu Kalapracona, raja negri Gilingwesi. Gatotkaca pun dibuat cepat dewasa, agar segera bisa menjadi jago bangsa Dewa menghadapi serangan bangsa Gilingwesi. Gatotkaca juga diberi kesaktian yang luar-biasa. Kecepatan terbang yang jauh diatas rata-rata kecepatan terbang ksatria pada umumnya. Kulit dan badannya sekeras baja. Tak ada senjata tajam yang mampu melukainya.  Tapi pada saat yang sama, bangsa Dewa juga mencipta senjata Konta Wijayadanu, satu-satunya senjata yang bisa melukai Gatotkaca, dan hanya bisa digunakan sekali pakai.
Gatotkaca adalah seorang patriot. Dia begitu patuh pada negrinya, pada keluarganya, dan pada kebenaran yang dipegangnya. Dia juga tidak mau berkompromi dengan Sitija atas sengketa batas wilayah negrinya, Pringgandani dengan wilayah Trajutrisna. Sengketa di wilayah Tunggarana. Dia sangat berdisiplin dalam menjaga wilayah kedaulatan negrinya dan keluarganya, dari wilayah negrinya paling utara perbatasan Pringgandani, ke selatan ke wilayah Amarta, sampai wilayah Dwarawati paling selatan.
Saat dewasa Gathutkaca menjadi raja di Pringgondani denagn perjuangan yang berat (diceritakan dalam kisah Brajadenta-Brajamusti) Tetapi Gathutkaca tetap mengabdi di Ngamarta menjadi orang yang tersohor untuk menjaga daerah perbatasan negara Ngamarta karena ia bisa terbang.

Dalam perang Bharatayuda, Gathutkaca menjadi pemimpin para prajuritnya Tidak ada seorangpun dari prajurit Kurawa yang mampu menandingi kekuatan Raden Gathutkaca. Gerakannya cepat dan cekatan, sikatan nyamber walang (melebihi cepat), sakti mandraguna, ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurenda (kebal). Banyak sekali prajurit dari kurawa yang tewak terkena aji Brajamusti, aji Narantaka dan lepas lehernya. Gathutkaca sangat pintar dalam berperang baik di daratan maupun di angkasa. Dalam dunia pewayangan hanya Gathutkaca yang bisa seperti itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar