GATOT KACA FAVORITKU
Zaman sekarang mungkin
dunia perwayangan sudah mulai terkikis keberadaannya. Termasuk saya sebagai
penulis yang tidak begitu mengetahui seluk beluk dunia perwayangan karena saya
terlahir di zaman serba elektronik yang begitu canggih ini. Namun dalam tugas
ilmu sosial dasar ini, saya diminta untuk meceritakan tokoh wayang yang saya
idolakan. Ya… salah satu tokoh wayang yang tersohor karakternya ialah
Gatotkaca.
Kenapa Gatotkaca?
Karena ia identik dengan sikap ksatria dan bjiaksana hingga menjadikan namanya
tersohor walaupun di era yang canggih ini. Saya menjadi memiliki rasa ingin
tahu lebih mengenai tokoh wayang yang satu ini dan saya akan sedikit
menceritakan kisah tentang Gatotkaca,
Putra kedua Bima dengan seorang putri bangsa Raksasa dari negri
Pringgandani. Kelahiran
Gatotkaca dianggap sebagai buah dari sebuah
rekayasa bangsa Dewa. Demi wibawa bangsa Dewa, Bima dijodohkan dengan Arimbi,
dengan sebuah pamrih akan melahirkan seorang bayi yang kuat dan berani seperti
bangsa Raksasa, serta pandai dan cerdas seperti seorang bangsa Manusia.
Bangsa Dewa yang kala itu mendapat
rongrongan wibawa dari Prabu Kalapracona, raja negri Gilingwesi. Gatotkaca pun
dibuat cepat dewasa, agar segera bisa menjadi jago bangsa Dewa menghadapi
serangan bangsa Gilingwesi. Gatotkaca juga diberi kesaktian yang luar-biasa.
Kecepatan terbang yang jauh diatas rata-rata kecepatan terbang ksatria pada
umumnya. Kulit dan badannya sekeras baja. Tak ada senjata tajam yang mampu
melukainya. Tapi pada saat yang sama, bangsa Dewa juga mencipta
senjata Konta Wijayadanu, satu-satunya senjata yang bisa melukai Gatotkaca, dan
hanya bisa digunakan sekali pakai.
Gatotkaca adalah seorang patriot. Dia begitu patuh pada
negrinya, pada keluarganya, dan pada kebenaran yang dipegangnya. Dia juga tidak
mau berkompromi dengan Sitija atas sengketa batas wilayah negrinya,
Pringgandani dengan wilayah Trajutrisna. Sengketa di wilayah Tunggarana. Dia sangat
berdisiplin dalam menjaga wilayah kedaulatan negrinya dan keluarganya, dari
wilayah negrinya paling utara perbatasan Pringgandani, ke selatan ke wilayah
Amarta, sampai wilayah Dwarawati paling selatan.
Saat
dewasa Gathutkaca menjadi raja di Pringgondani denagn perjuangan yang berat
(diceritakan dalam kisah Brajadenta-Brajamusti) Tetapi Gathutkaca tetap
mengabdi di Ngamarta menjadi orang yang tersohor untuk menjaga daerah
perbatasan negara Ngamarta karena ia bisa terbang.
Dalam
perang Bharatayuda, Gathutkaca menjadi pemimpin para prajuritnya Tidak ada
seorangpun dari prajurit Kurawa yang mampu menandingi kekuatan Raden
Gathutkaca. Gerakannya cepat dan cekatan, sikatan nyamber walang
(melebihi cepat), sakti mandraguna, ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning
gurenda (kebal). Banyak sekali prajurit dari kurawa yang tewak terkena aji
Brajamusti, aji Narantaka dan lepas lehernya. Gathutkaca sangat pintar dalam
berperang baik di daratan maupun di angkasa. Dalam dunia pewayangan hanya
Gathutkaca yang bisa seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar